INTEGRASI PLATFORM DIGITAL SEBAGAI SOLUSI PENINGKATAN LITERASI SELAMA PANDEMI

1 min read

Oleh Cindy Permata Sari

COVID-19 merupakan coronavirus jenis baru yang ditemukan di Wuhan, Hubei, China pada tahun 2019, diberi nama Coronavirus disease-2019 yang disingkat menjadi COVID-19 (Ilmiyah, 2020; Hui, et al., 2020).

COVID-19 sejak ditemukan menyebar secara luas hingga mengakibatkan pandemi global yang berlangsung sampai saat ini. Gejala COVID-19 umumnya berupa demam 38°C, batuk kering, dan sesak nafas serta dampak paling buruk untuk manusia ialah kematian. Sampai 19 April 2020 pukul 10:38:37 WIB, dilaporkan terdapat 2.329.539 kasus terkonfirmasi dari 185 negara yang 160.717 orang diantaranya meninggal dunia serta 595.229 orang bisa disembuhkan (Johns Hopkins CSSE, 2020). Pandemi global yang terjadi pula di Indonesia membuat banyak pihak berupaya ikut berperan serta dalam mengatasi (Irene, et al., 2020; Louisa, 2020; Ilmiyah, 2020).

Pandemi sangat memberi dampak dalam setiap aspek kehidupan, termasuk juga dalam pendidikan. Selain instansi pendidikan formal yang ditutup paksa, lembaga pendidikan nonformal juga menghentikan agenda kegiatan sementara. termasuk juga taman baca yang merupakan lemaga pendidikan yang berfokus pada literasi.

Namun, kegiatan literasi harus tetap berjalan dan berkembang. Pendekatan yang dilakukan ialah dengan memanfaatkan Platform digital. Dengan mencoba mengintegrasi pada platform digital untuk menjalankan kegiatan literasi yang ada merupakan solusi terbaik untuk tetap meningkatan literaasi di masa pandemi saat ini.

Integrasi, yang dalam kamus bahasa Indonesia berarti pembauran sehingga menjadikesatuan yang utuh dan kuat. Plaform sendiri memiliki makna rencana kerja, program. Dengan mencoba membaur pada tekonologi yang ada, memanfaatkannya sebagi mungkin untuk menjadi program literasi berbasis digital penanaman literasi akan tetap berjalan meski dalam masa pandemi.

Seperti halnya yang dilakukan oleh taman baca rma dan garasi baca Biman. Menyelenggarakan kegiatan pesantren kilat dan parade lomba 17 agustusan dengan melalui platfrm digital.

Memang, kesiapan masyarakat untuk menggunakan platform digital ini masih kurang. namun dengan Mencoba mengintegrasi, membaur dan menjadi kesatuan pada platform digital akan mampu untuk tetap menjaga dan meningkatkan literasi pada masyarakat terkhusus elemen yang menjadi sasaran dalam kegiatan tersebut.

memaanfaatkan media digital ini pun memiliki banyak sisi positif lainnya, diantaranya caakupan kegiatan tak terbatas.kegiatan yang diselenggarakan dapat diikuti oleh seluruh masyarakat bahkan sampai seindonesia.

“Kami baru pertama kali mengadakan kegiatan parade lomba 17 agustusan dengan berbagai lomba yang bertujuan meningkatkan liteasi terkhusus anak-anak ini melalui ditial pada tahun ini. Diluar dugaan, antusiasi anak-anak yang besar. Lomba ini diikuti hampir 400 peserta yang tersebar diseluruh provinsi di Indonesia” Ujar kak Sela, ketua pelaksana Garasi Baca BIMAN.

Kegiatan pendidikan harus terus berjalan dan terus di inovasi.pada masa pandemi ini dengan mengintegrasi pada platform digital merupakan salah satu solusi dari peningkatan literasi di masa pandemi.

Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *