Oleh : Retno Ayu Wulandari
Aku ingin bebas
Tidak terkekang, terbelakang, dan terbuang
Tidak tertindas,terlindas, dan bernasib naas
Namun ketika kutatap realita
Semakin tak kuasa ku mencicipi
Pahitnya kehidupan fana
Wahai Dunia
Mengapa kau hanya menjadikan
Hidup ini hebat bagi mereka yang menjabat
Senang bagi yang beruang
Dan masyhur bagi yang besar
Tapi
Mengapa tak kau jadikan
Hidup yang hebat pada yang giat
Senang pada yang bertenggang
Dan masyhur bagi yang bersyukur?
Alih alih kau jadikan
Hidup susah bagi yang lemah
Remeh bagi yang kalah
Sulit bagi yang terlilit
Bahkan tak diacuhkan bak limbah
Kejamnya lagi
Kau tak beri kesempatan
Pada yang mati matian berjuang
Dan malah membuka peluang
Bagi manusia manusia curang
Mereka bukan tak berupaya
Namun, tertepi dengan sedirinya
Karena tak sanggup bersanding
Dengan orang orang berkuasa
Ah, dasar negeri ini
Dunia sungguh tak adil
Karena kebebasan hanya bertuan
bagi mereka yang punya tahta dan kekayaan
Apalah daya orang kecil
Yang hanya jadi figuran dan bakal hilang
Hal menjadi persoalan,
Tak bisakah orang orang yang terabaikan
Melangkahkan kakinya lebih jauh?
Mengepakkan sayap selebar cakrawala?
Dan membuka mulut tanpa takut?
Inilah potret negeri ku
Negeri yang hanya mengagungkan
Orang orang terpandang
Tetapi meninggalkan
Orang orang yang membutuhkan
Negeri yang kaya raya
Namun rakyatnya miskin papa
Negeri yang subur
Namun menjamur penjahat yang takabur
Negeri yang tak mampu jadi tempat bertumpu
Wahai kebebasan
Kemana aku bisa menemukanmu?
Dimana aku bisa mendapatkanmu?
Aku ingin berjumpa sekejap saja
Agar ku tahu rasanya Bebas