Karya : Retno Ayu Wulandari
Beberapa hari lalu kami mendengar
Undang-undang kontroversial
Yang kalian sah kan
Kalian tahu apa yang kami pikirkan?
Kami tersentak bukan kepalang
Orang-orang yang seharusnya kami percaya
Dengan terbuka menampakkan sifat kejinya
Pada hari itu
Wakil rakyat yang mewakilkan
Justru kalian bisukan
Mahasiswa penegak keadilan
Justru kalian singkirkan
Rakyat yang mengharap belas kasihan
Justru kalian abaikan
Apa salah kami?
Hingga kalian perlakukan kami seperti sampah
Apa salah kami?
Hingga kalian buat hidup kami tertambah susah
Katakanlah!
Masih ingatkah kalian
Pernah mengemis suara Rakyat?
Masih ingatkah kalian
Dengan bangga mengumbar janji
Yang hingga kinipun belum ada bukti?
Wah, kalian memang penjilat yang hebat
Dahulu kami tak mengira
Itu semua hanya kebohongan semata
Wahai para penjilat keji
Tolong cukupkan sampai disini
Sudah cukup selama ini
Kalian menutup mata dan hati
Namun kini kalian hendak menutup telinga?
Kalian dzolimi negeri ini
Kalian khianati rakyat dan para pendiri negeri
Tolonglah!
Kami sudah lelah
Rindu di Kala itu
Sangat lucu bila dipikirkan
Makhluk kecil yang hanya hidup dalam inang
Justru dapat membombardir dan memggemparkan semesta
Menambah problematika yang ada di dunia menjadi tak karuan
Menciptakan ketakutan dan memakan jutaan korban
Membuat kekhawatiran dan kegegeran yang tak masuk akal
Jenuh rasanya bahkan hampir gila
Mengurung diri tanpa bertegur sapa
Mawas diri yang terlalu mengada ada
Bahkan saling curiga antar sesama
Karena jiwa diselimuti kecemasan yang luar biasa
Bukan dengan virtual tetapi dengan pertemuan
Bukan berjauhan tetapi dengan cengkerama dan pelukan
Aku rindu kala itu
Rindu dimana bisa bertatap muka dengan leluasa
Rindu bergandengan dan pergi jalan bersama
Dan rindu dikala semua baik baik saja