Keajaiban Toko Kelontong Namiya, sebuah Sesi Konsultasi yang Tidak Biasa

2 min read

So, gimana kabarnya temen-temen? Diisi apa weekend kedua Desember ini? Pada postingan ini, yang mana adalah postingan pertama saya. Saya akan memberikan sedikit review mengenai buku yang baru banget selesai saya baca. Buku ini merupakan sebuah novel terjemahan yang lebih dulu dicetak di Jepang dengan Judul ナ ミ ヤ 雑 貨 店 の 奇蹟. Gimana bacanya? jujur saya juga ga ngerti 😀 cuma kalau di bahasa Inggriskan jadi begini “Miracles of the Namiya General Store“. Ditulis oleh penulis kenamaan Jepang Keigo Higashino yang terkenal piawai dalam meracik cerita-cerita misteri. Karya-karya beliau didominasi oleh novel dengan genre Thriller dan Mystery dengan plot yang rumit dan endig yang tidak diduga-duga. Impresi yang bisa saya peroleh ketika selesai membaca profile beliau adalah kita bisa merasa cukup aman dari kekecewaan ketika membaca buku-buku beliau. Tanpa memperpanjang kalam lagi yuk kita review 😀

Cerita dimulai dengan kesialan tiga orang sahabat ketika selesai melakukan sebuah aksi pencurian. Untuk menutupi kecurigaan dan menghilangkan jejak dari kepolisian dan orang sekitar, ketiga orang tersebut akhirnya bersembunyi pada sebuah bangungan toko kelontong yang telah lama terbengkalai. Tak dinyana keputusan mereka untuk masuk kedalam toko kelontong ini membuat mereka terlibat dalam suatu peristiwa yang ajaib. Sedari awal trio Atsuya, Shota, Kohei ini sudah merasakan hawa yang berbeda ketika masuk kedalam bangunan ini. Barulah ketika beberapa saat mereka berdiam didalam toko tersebut akhirnya mereka menemukan suatu kejanggalan. Sebuah surat baru saja masuk lewat lubang surat. Merasa dijahili, Atsuya dkk mencoba untuk mengetahui siapa orang dibalik situasi aneh ini hingga akhirnya mereka sadar bahwa mereka sedang berada pada sebuah sesi konsultasi terbatas melalui surat dan bertukar pandangan dengan orang-orang di masa lalu. Ketiga orang ini akhirnya mendengarkan kegundahan orang-orang dari masa lalu dan mulai memberikan jawaban mengenai permasalahan mereka. Dari titik ini cerita sebenarnya dimulai, selanjutnya kita akan dibawa kedalam pergulatan panjang nasib orang-orang yang berkonsultasi dengan toko kelontong Namiya dan bagaimana toko Namiya memberikan jawaban atas setiap permasalahan dan beserta tanggapan mereka atas jawaban tersebut.

Keajaiban Toko Kelontong Namiya terbitan Gramedia Pustaka
(diambil dari akun twitter resmi @fiksigpu)

Latar belakang cerita Keajaiban Toko Kelontong Namiya terasa sangat orisinil bagi saya ketika pertama kali saya baca, biarpun tema mengenai distorsi waktu beserta anomali waktu lainnya sudah umum diangkat seperti pada film Frequency(2000), Back to the Future(1986), atau anime Steins Gate(2011). Latar ini mempunyai premis awal yang sederhana, bertukar surat dengan orang di masa lalu. Bagaimana pikiran kalian mengenai ide ini? dan tidak hanya berhenti disitu, kita bertukar surat untuk memecahkan permasalahan orang lain. Sontak saya merasa terlibat dalam diskusi karakter-karakter didalam cerita ini membayangkan saya berada dalam posisi mereka untuk memberikan solusi dan menilai apakah solusi yang diberikan oleh karakter-karakter kita itu tepat atau tidak. Persoalan-persoalan yang diangkat dalam cerita ini pun cukup pelik biarpun kadang terlihat sederhana tetapi membuat pembaca tidak bisa langsung memberikan jawaban mengenai persoalan mereka.

Penulis berpikir mengenai hidupnya >_>

Ketika lebih jauh tenggelam dalam cerita ini, muncul sebuah pikiran dalam benak saya untuk merefleksikan sesi konsultasi ini dalam kehidupan saya pribadi. Terlontarlah dalam hati pertanyaan semisal
“Apa saya ini seorang yang pandai dalam memberikan nasihat?”
“Apa hal yang bisa saya lakukan ketika berada pada situasi ini?”

dan lain sebagainya.

Selain karena novel ini mengarahkan saya pada pikiran tersebut, novel ini juga memliki beberapa quotes menarik patut untuk di highlight dan memberikan saya sedikit insight perihal memberikan saran dan melihat masalah saya sendiri misal

Dalam berbagai kasus, sebenarnya si pengirim surat sudah menemukan jawabannya. Mereka hanya berkonsultasi hanya demi memastikan bahwa orang lain membenarkan keputusan mereka.

Takayuki, hal 144

dalam hati saya membenarkan quotes ini, saya juga berpikir seperti ini ketika diterpa masalah biarpun ada saatnya tidak begitu. Ketika mendapati suatu masalah, jauh dilubuk pikiran saya terdapat sebuah jawaban yang menatap saya. Jawaban tersebut selalu ada dari awal dan menunggu untuk dibenarkan. Saya hanya ingin berbagi keluh kesah. Selain quotes diatas ada beberapa quotes menarik lainnnya yang bisa kamu temukan didalam buku seperti

Aku pernah bilang, yang paling penting adalah niatan orang yang bersangkutan. Memang aku selalu memikirkan jawaban mereka, tapi kalau di[ikir-pikir mana bisa jawaban daris seorang kakek sepertiku dapat mengendalikan hidup seseorang

Takayuki, hal 181

Karena peta Anda masih berupa kertas kosong, Anda jadi bebas menggambar apa saja. -Percayalah pada diri sendiri.

Takayuki, hal 398

Akhir kata, novel ini memberikan saya pandangan bagaimana melihat masalah dan kembali jadi pembuka mata bagaimana menyelami kerumitan hidup seorang manusia, karena dalam novel ini kita juga melihat bagaimana hidup orang-orang yang berkonsultasi berjalan. Di lain sisi, biarpun nanti teman-teman tidak ingin mengambil nilai moral dalam cerita ini, saya yakin teman-teman akan dimanjakan dengan cerita Fantasy dengan alur yang baik dan ending yang ga diduga-duga. Sepertinya biarpun Novel ini cenderung keluar dari pakem tema yang biasa diambil oleh sensei Higashino tetapi beliau tetap memasukkan resep yang sama dalam karya-karya dia yang ditampilkan dalam plot yang luar biasa bagus. Di akhir saya yakin anda akan berpikir kalau Novel ini seharusnya juga dimasukkan kedalam genre Misteri karena kepiawaian sensei Higashino dalam membuat hubungan dari satu titik ke titik yang lain :D. Sekian.

Spoiler, ini momen Sad T_T
Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *