Nah kali ini, saya akan coba untuk sedikit mereview isi dari bukunya Prof. Hamka yang berjudul “Akhlakul Karimah“. Karena isi buku yang menurut saya cukup padat, maka saya coba untuk mereview hanya 2 bab terakhir dari buku beliau, yaitu tentang Penyakit Hati dan Hidup untuk Beramal dan Beribadah.
Penyakit Hati
Dalam bukunya, Hamka menyebutkan 2 penyakit hati yang kerap menjangkiti manusia saat ini. Penyakit hati yang sering tidak disadari oleh banyak manusia dan dapat dengan mudah sekali untuk menggerogoti hati manusia yang fitrahnya adalah bersih dan suci. Penyakit itu diantaranya :
- Riya
Riya bisa timbul saat kita tidak melandasi segala aktivitas kita dengan ikhlas Lillahita’ala maupun untuk kepentingan umat. Lalu, misal berkata atau merasa demikian, tapi ternyata ada tujuan/kepentingan dibaliknya. Kemudian muncul rasa kecewa saat tidak dipuji orang.
Saat kita sudah ikhlas dan tidak ingin mendapat pujian dari orang, ada satu lagi perangkap riya yang kadang kita luput darinya. Saat sesuatu terjadi dan mengecewakan kita, hal itu membuat kita menjadi dongkol dan perhitungan dengan jasa maupun materi yang sudah kita keluarkan. Dan mengandai-andai, “Jika tidak ada saya tempo hari, maka pekerjaan tidak selesai”, dsb
Nah ternyata riya juga termasuk tanda-tanda orang munafik yang sudah jelas Allah laknat dalam Al-Quran. Semoga kita semua terhindar dari sikap ini.
- Cemburu
Arti cemburu yang bersumber dari cinta, tidaklah terbatas pada soal asmara antara laki-laki dan perempuan, manusia pun punya rasa cinta pada manusia lain, terhadap tanah air, bangsa, agama, dan Allah SWT (atau menurut buya hamka adalah “ghirah”).
Islam mengajarkan pada kita agar bersikap toleran, bertasamuh. Bersikap toleran pada pihak yang tidak toleran adalah hilangnya harga diri kita.
“Cemburu yang menyebabkan seorang ulama menfatwakan yang hak, cemburu yang menyebabkan seorang pejuang bangsa menggambarkan jiwa, cemburu pula yang menggerakkan seorang jenderal mengerahkan serdadunya ke medan pertempuran, cemburu pula yang menyebabkan seorang kaya tidak segan mengorbankan harta demi kepentingan umat dan agamanya”
Hidup Beramal dan Beribadah
Kita hidup untuk beribadah kepada-Nya. Selain itu, Muslim yang baik adalah yang teguh hubungannya dengan Allah SWT (takwa, ibadah) dan teguh pula hubungannya dengan sesama manusia (beramal).
Seluruh kegiatan masyarakat untuk mencapai yang lebih sempurna adalah fardhu kifayah, dan menjadi fardhu ‘ain bagi orang yg telah mengerjakan kegiatan tersebut untuk menyelesaikan kegiatannya.
Demikian, review singkat dari buku Akhlakul Karimah dalam 2 bab terakhir. Jika penasaran akan isi keseluruhan buku yang cukup menarik, mungkin bisa segera membacanya ya teman-teman.
